W E B I N A R - 1

Aspek Virologi Covid 19 dan Pencegahan Penularan di Fasilitas Umum

APA ITU CORONA VIRUS?

Pada tanggal 17 Juni 2020, diadakan webinar day-1 sebagai salah satu rangkaian acara Facade 2020 dengan mengundang dr. Budiman sebagai pembicara. Webinar ini membahas mengenai penjelasan secara umum mengenai covid 19, aspek virologi serta cara pencegahannya. 

Hal pertama yang disampaikan oleh dr. Budiman adalah mengenai pengertian secara umum corona virus yang merupakan penyakit yang menyebabkan infeksi ringan sampai sedang dengan penularan melalui  percikan ludah dan lendir hidung. 

Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan infeksi akibat virus ini, yaitu : 

Mode of transmission : melalui kontak langsung-tidak langsung, hewan, atau serangga (vektor)
Routes of entry : virus dapat masuk dari berbagai lubang yang ada pada tubuh manusia
Infection dose :  cukup rapuh, tetapi lebih kuat dari SARS
Viability and Virulent of Agent : Daya hidup dan berkembang biak, serta daya penyebab penyakit
Host Susceptibility : Kerentanan inang yang akan diinfeksi.

 

BAGAIMANA VIRUS DAPAT MENULAR?

Kontak langsung

Adanya kontak tubuh antar manusia secara langsung beresiko tinggi terjadinya transmisi virus.

Makan dan minum

Virus dapat bertansmisi melalui mulut. Maka dari itu, berbagi makanan dengan orang lain berpotensi tinggi menyebarkan virus.

Menyentuh muka

Ketika menyentuh muka, virus mudah masuk melalui lubang di sekitar muka, seperti hidung, mulut, maupun mata. 

Pasien

Selanjutnya, pada webinar ini juga dijelaskan mengenai status infeksi yang terbagi menjadi tiga kategori :

1. Pasien dalam Pengawasan (PDP)

2. Orang dalam Pemantauan (ODP)

3. Orang Tanpa Gejala (OTG)

Pada kesempatan ini pula, dr. Budiman menjelaskan terdapat kelompok yang berisiko mudah terinfeksi virus covid 19 ini, yaitu kelompok usia lanjut, serta orang yang memiliki riwayat penyakit jantung, diabetes, penyakit saluran napas kronik, serta kanker.

Terdapat hal yang perlu diperhatikan mengenai pandemi ini yaitu banyaknya  informasi yang tidak valid, sehingga kita perlu memperhatikan kembali sumber informasi tersebut. 


Cara Pencegahan Penularan covid-19

Melindungi diri sendiri

Untuk melindungi diri dari virus, kita dapat melakukan isolasi mandiri di rumah, tidak menyentuh wajah sebelum mencuci tangan, serta menjaga kelompok yang rentan tertular virus ini.

MENGGUNAKAN MASKER DAN CUCI TANGAN

Menggunakan masker dapat mencegah penularan melalui percikan ludah serta mengurangi kemungkinan tersentuhnya wajah secara langsung. Selain itu, cuci tangan secara rutin dengan air dan sabun penting dilakukan untuk menghilangkan bakteri dan virus 

Menjaga JArak

Kontak fisik secara langsung berisiko tinggi adanya penyebaran virus. oleh karena itu, kita harus menjaga jarak (physical distancing) dengan  memberi jarak 1 meter antar individu. Hal ini pula dapat mencegah penularan lewat udara pada jarak yang dekat 

Bagaimana penerapan bentuk bangunan yang dapat mencegah penularan covid 19?

Penerapan bangunan yang dapat mencegah penularan covid yaitu salah satunya fasilitas rumah sakit yang menggunakan tekanan negatif, udara dikeluarkan melalui HEPA filter atau ULFA.

ULFA memiliki tingkat efisiensi yang tinggi, yaitu 99.99%. Udara dibuang di ketinggian 3 meter di atas bangunan untuk menghindari paparan langsung dengan manusia.

Hal-Hal yang Perlu Diterapkan Pada Bangunan untuk Mencegah Penularan Covid 19

01.

Melakukan pergantian udara secara rutin, dapat dilakukan dengan membuka jendela dan memasang (exhaust fan) yang akan membantu membuang udara ke luar

02.

Menerapkan rancangan ruang bertekanan negatif untuk mencegah kontaminasi lewat udara keluar dari ruangan tersebut.

03.

Menggunakan ceiling mount propeller exhaust fan (untuk mengalirkan udara ke tempat pembuangan)

04.

Menerapkan rancangan open air and natural light yang dapat mengakibatkan kontaminasi virus di udara dan permukaan menjadi lebih sedikit. Contohnya ketika tempat duduk yang terkena matahari dan sinar uv dapat langsung membunuh virus.

Namun kita juga harus menghindari hal yang berlebihan, seperti mengukur suhu tubuh hewan, menyemprotkan desinfektan di tubuh orang karena berbahaya dan dapat menjadi penyebab iritasi, sehingga kita harus memastikan keamanan desinfektan dan hand sanitizer yang kita gunakan.