Covidtecture

How Architecture Students
See Pandemic

“COVIDTECTURE: How Architecture Students See Pandemic” merupakan agenda mahasiswa arsitektur ITB angkatan 2018. Pada agenda ini diharapkan keikutsertaan mahasiswa pada kegiatan berupa sayembara internal terkait bagaimana arsitektur menjawab tantangan krisis pandemi. Kegiatan ini berupaya memantik gagasan serta merayakan arsitektur sebagai bentuk ilmu pengetahuan yang selalu menarik untuk terus dieksplorasi bersama. Seperti halnya teori-teori Le Corbusier mengenai perkembangan psikologis dan fisik pengguna bangunan yang terus mengalami penyesuaian dan perkembangan.

 

Kondisi pandemi menjadi salah satu penyebab terjadinya perubahan di berbagai aspek kehidupan, termasuk arsitektur. “Façade” sebagai agenda tahunan mahasiswa arsitektur ITB pada tahun ini berupaya menjawab tantangan krisis pandemi dengan mengadakan kegiatan sayembara internal untuk mematik gagasan dan ilmu arsitektur untuk terus dieksplorasi, dengan membentuk ruang yang memperhatikan jarak fisik antar manusia, serta lingkungan yang higienis sebagai respon terhadap realitas pandemi saat ini.

 

Timeline
Kegiatan

Pembukaan sayembara

17 Juni 2020

Webinar 2

Architecture's Perspective
19 Agustus 2020

Penjurian

28 Agustus 2020

Pameran Karya Sayembara

12 Juni 2020

Webinar 1

Medical's Perspective
18 Juni 2020

Pengumpulan karya

26 Agustus 2020

Pengumuman pemenang

25 September 2020

Kriteria Sayembara

Emergency Design

Public
Design

Domestic Design

Pembicara Webinar

Dr. dr. Budiman Bela, Sp.MK

RUMAH SAKIT UNIVERSITAS INDONESIA

Dani Hermawan

Formologix

Juri Sayembara

Achmad Deni Tardiyana

Merupakan seorang principal, director, senior architect, senior urban designer, yang bergelar SKA utama. Achmad D. Tardiyana menempuh pendidikan sarjananya di arsitektur ITB tahun 1986, melanjutkannya di Urban Design Program School of Architecture Washington University, USA tahun 1993, dan Master of Urban Design and Development, New South Wales University, Australia tahun 1999. Ia juga salah satu anggota kunci gerakan AMI (Arsitek Muda Indonesia). Karya besar dari ide-ide dan keterampilan desainnya telah membentuk beberapa proyek di negara ini. Selain sebagai dosen di ITB, ia juga sering mendapatkan penghargaan dalam kompetisi desain arsitektur.

Andra Matin

Sandra Matin Ahmad atau biasa disebut Andra Matin adalah seorang arsitek Indonesia. Ia mendirikan Andra Matin Architects pada tahun 1988 serta memiliki banyak penghargaan, diantaranya: IAI (Ikatan Arsitek Indonesia) Award untuk Gedung kantor Le Bo Ye Graphic Design 1999; IAI Award untuk Gedung Dua8 di Kemang, Jakarta Selatan; 2002 IAI Award; Conrad Chapel di Bali (bersama Antony Liu dan Ferry Ridwan); 2006 IAI Award; kantor Javaplant di Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah; mendapat 2006 Wallpaper Architecture Directory yang menobatkan Andra Matin sebagai salah satu arsitek dari 101 arsitek dunia yang paling berkiprah pada tahun 2007.

Yu Sing

Yu Sing merupakan arsitek yang lahir Bandung 5 Juli 1976. Ia mendirikan studio yang diberi nama Akanoma di Jl. Tipar Barat No.10B, Laksanamekar, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat . Yu SIng menempuh pendidikan sarjana arsitektur di S1 Teknik Arsitektur ITB (1994-1999). Yu Sing merupakan arsitek yang peduli terhadap kalangan menengah kebawah. Ia berupaya mengubah stigma bahwa jasa arsitek hanya bisa dinikmati bagi kalangan atas. Yu Sing menginginkan profesi arsitek non-elitis yang bisa dirasakan semua kalangan. Bentuk perjuangannya adalah memasyarakatkan rumah murah. Salah satu mimpi besarnya adalah membantu mendesain sejuta rumah murah di Indonesia.